Wednesday, January 9, 2013
Letto - Sebelum Cahaya
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Friday, January 4, 2013
SHARE SEDIKIT SAJA.
AKU BERBAGI DAN PERLU ANDA KETAHUI.
1. Rumus Tetesan Cairan infus
Terkadang sebagai perawat, menghitung tetesan perawat lebih sering dilakukan dengan ilmu kirologi, walaupun ada beberapa yang tepat, namun tak banyak juga yang benar-benar meleset jauh, karena kondisi pasien tak bisa semua modal kirologi, beberapa penyakit gagal organ akan sangat berdampak buruk akibat kelebihn cairan yang kita berikan. Sambil mereview lagi, mari kita hitung rumus tetesan infus
Macro
Jika yang ingin dicari tahu adalah berapa tetesan yang harus kita cari dengan modal kita tahu jumlah cairan yang harus dimasukkan dan lamanya waktu, maka rumusnya adalah:
Tetes/menit : (jumlah cairan x 20) / (Lama Infus x 60)
Jika yang dicari adalah lama cairan akan habis, maka rumusnya adalah sebagai berikut:
Lama Infus: (Jumlah Cairan x 20) / (jumlah tetesan dlm menit x 60)
Misal: seorang pasien harus mendapat terapi cairan 500 ml dalam waktu 4 jam, maka jumlah tetesan yang harus kita berikan adalah (500 x 20 ) / ( 4 x 60 ) = 10000 / 240 = 41,7 = 42 tetes/menit.
Dan untuk rumus lama infuse tinggal dibalik saja.
Micro
Selang infuse micro adalah selang infuse yang jumlah tetesannya lebih kecil dari macro, biasanya terdapat besi kecil di selangnya, dan biasanya digunakan untuk bayi, anak dan pasien jantung dan ginjal. Rumus untuk menghitung jumlah tetesannya adalah sebagai berikut:
Jumlah tetes/menit : (Jumlah cairan x 60 ) / (Lama Infus x 60)
Sedangkan rumus lamanya cairan habis adalah sebagai berikut:
Lama waktu : ( Jumlah Cairan x 60) / (jumlah tetesan dalam menit x 60)
2. Rumus Rumpleed test
Rumpleed test biasanya dilakukan untuk mengetahui tanda gejala awal adanya ptekee (bintik merah pada penderita DBD), ptekee muncul akibat pecahnya pembuluh darah kapiler, sehingga pada fase awal tidak akan langsung muncul, oleh karena itu tujuan rumpled test adalah untuk mengetahui lebih awal adanya ptekee. Rumus yang dipakai adalah (Sistole + Diastole) / 2, lalu tahan 5 – 10 menit. jika terdapat sepuluh atau lebih bintik merah, maka dikatakan rumpled test positif, jika kurang maka disebut rumpled test negative. Misal kita melakukan tensi darah hasilnya 120/80 mmHg (systole : 120, Diastole: 80), maka (120 + 80)/2 = 100 mmHg, maka kita pompa hingga alat tensi darah menunjukkan angka 100 mmHg, kita tutup tepat di angka 100 dan tahan selama 5 – 10 menit, lepaskan baru kita hitung jumlah bintik merahnya. Rumpleed test merupakan uji awal adanya gangguan trombosit pada penderita DBD, namun bukanlah hal untuk menegakkan diagnose DBD.
1. Rumus Tetesan Cairan infus
Terkadang sebagai perawat, menghitung tetesan perawat lebih sering dilakukan dengan ilmu kirologi, walaupun ada beberapa yang tepat, namun tak banyak juga yang benar-benar meleset jauh, karena kondisi pasien tak bisa semua modal kirologi, beberapa penyakit gagal organ akan sangat berdampak buruk akibat kelebihn cairan yang kita berikan. Sambil mereview lagi, mari kita hitung rumus tetesan infus
Macro
Jika yang ingin dicari tahu adalah berapa tetesan yang harus kita cari dengan modal kita tahu jumlah cairan yang harus dimasukkan dan lamanya waktu, maka rumusnya adalah:
Tetes/menit : (jumlah cairan x 20) / (Lama Infus x 60)
Jika yang dicari adalah lama cairan akan habis, maka rumusnya adalah sebagai berikut:
Lama Infus: (Jumlah Cairan x 20) / (jumlah tetesan dlm menit x 60)
Misal: seorang pasien harus mendapat terapi cairan 500 ml dalam waktu 4 jam, maka jumlah tetesan yang harus kita berikan adalah (500 x 20 ) / ( 4 x 60 ) = 10000 / 240 = 41,7 = 42 tetes/menit.
Dan untuk rumus lama infuse tinggal dibalik saja.
Micro
Selang infuse micro adalah selang infuse yang jumlah tetesannya lebih kecil dari macro, biasanya terdapat besi kecil di selangnya, dan biasanya digunakan untuk bayi, anak dan pasien jantung dan ginjal. Rumus untuk menghitung jumlah tetesannya adalah sebagai berikut:
Jumlah tetes/menit : (Jumlah cairan x 60 ) / (Lama Infus x 60)
Sedangkan rumus lamanya cairan habis adalah sebagai berikut:
Lama waktu : ( Jumlah Cairan x 60) / (jumlah tetesan dalam menit x 60)
2. Rumus Rumpleed test
Rumpleed test biasanya dilakukan untuk mengetahui tanda gejala awal adanya ptekee (bintik merah pada penderita DBD), ptekee muncul akibat pecahnya pembuluh darah kapiler, sehingga pada fase awal tidak akan langsung muncul, oleh karena itu tujuan rumpled test adalah untuk mengetahui lebih awal adanya ptekee. Rumus yang dipakai adalah (Sistole + Diastole) / 2, lalu tahan 5 – 10 menit. jika terdapat sepuluh atau lebih bintik merah, maka dikatakan rumpled test positif, jika kurang maka disebut rumpled test negative. Misal kita melakukan tensi darah hasilnya 120/80 mmHg (systole : 120, Diastole: 80), maka (120 + 80)/2 = 100 mmHg, maka kita pompa hingga alat tensi darah menunjukkan angka 100 mmHg, kita tutup tepat di angka 100 dan tahan selama 5 – 10 menit, lepaskan baru kita hitung jumlah bintik merahnya. Rumpleed test merupakan uji awal adanya gangguan trombosit pada penderita DBD, namun bukanlah hal untuk menegakkan diagnose DBD.
3. Rumus Kebutuhan Cairan
Kebutuhan cairan pada tubuh data dihitung sebagai berikut:Pada anak < 10 Kg , maka 10 Kg maka dihitung 100 ml/ BB. Missal BB 8 kg maka kebutuhan cairan adalah 8 x 100 = 800 ml/hari. Pada anak dengan BB 10 – 20 Kg, maka 1000 ml pada 10 kg pertama dan ditambah 50 ml per Kg penambahan berat badannya. Missal BB = 15 kg, maka 1000 ml ditambah 5 x 50 ml maka menjadi 1250 ml/ hari kebutuhan cairannya Pada seorang dengan berat badan > 20 Kg maka rumusnya adalah 1500 ml pada 20 kg pertama dan ditambah 20 ml/Kg sisanya, missal seseorang dengan BB 40 Kg, maka 20 kg pertama adalah 1500 ml, sedangkan 20 kg sisanya x 20 ml = 400 ml sehingga kebutuhan cairan seseorang dengan berat 40 kg adalah 1500 + 400 ml = 1900 ml/hari
Semoga bermanfaat >>
Kebutuhan cairan pada tubuh data dihitung sebagai berikut:Pada anak < 10 Kg , maka 10 Kg maka dihitung 100 ml/ BB. Missal BB 8 kg maka kebutuhan cairan adalah 8 x 100 = 800 ml/hari. Pada anak dengan BB 10 – 20 Kg, maka 1000 ml pada 10 kg pertama dan ditambah 50 ml per Kg penambahan berat badannya. Missal BB = 15 kg, maka 1000 ml ditambah 5 x 50 ml maka menjadi 1250 ml/ hari kebutuhan cairannya Pada seorang dengan berat badan > 20 Kg maka rumusnya adalah 1500 ml pada 20 kg pertama dan ditambah 20 ml/Kg sisanya, missal seseorang dengan BB 40 Kg, maka 20 kg pertama adalah 1500 ml, sedangkan 20 kg sisanya x 20 ml = 400 ml sehingga kebutuhan cairan seseorang dengan berat 40 kg adalah 1500 + 400 ml = 1900 ml/hari
Semoga bermanfaat >>
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Saturday, September 22, 2012
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Thursday, January 19, 2012
PRINSIP DASAR EKG
Jantung merupakan organ tubuh yg unik yg memiliki muatan listrik, dan kegiatan listrik jantung dlm tubuh dapat dicatat dan direkam melalui elektroda2 yang dipasang pada permukaan tubuh.
Grafik yg tercatat melalui rekaman ini di sebut EKG dan ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung disebut elektrokardiografi.
Kertas EKG
kertas EKG merupakan kertas grafik yg terdiri dari garis horizontal dan vertikal dengan jarak 1mm dan setiap 5 mm pada kertas akan tebal. Garis horizontal >> waktu dimana 1 mm = 0,04 det. Garis vertikal >> voltase/amplitude dimana 1 mm= 0,1 milivolt dan 10 mm = 1 mv. Perekaman EKG dibuat dengan kecepatan 25 mm/det. Dan kali berasi biasanya dilakukan dengan 1 milivolt yg menghasilkan defleksi setinggi 10 mm.
SADAPAN EKG
SADAPAN UNIPOLAR
Sadapan 1 dihasilkan dari perbedaan potensial antara RA yg bermuatan negatif dan LA yg bermuatan positif. Sudut yd dihasilkan 0º menuju lateral. Sadapan II dihasilkan perbedaan potensial antara RA yg bermuatan negatif dan LF yg bermuatan positif. Sudut yg dihasilkan 60º menuju inferior / bawah. Sadapan III dihasilkan dari perbedaan potensial antara LA yg bermuatan negatif dan RF yang bermuatan positif. Sudut yg dihasilkan 120º menuju inferior/bawah.
SADAPAN UNIPOLAR EXTERMITAS
Sadapan aVL (augmented voltage Left Arm) dihasilkan dri muatan LA listrik (+) dengan RA dan LF yg dibuat indiferrent sehingga listrik bergerak ke arah ̶ 30º sehingga sudutnya kearah lateral kiri. Sadapan aVF dihasilkan perbedaan LF yg dibuat bermuatan (+) dengan RA dan FL dibuat indifferent sehingga listrik bergerak ke arah +90º tepat ke arah inferior. Dengan demikian bagian inferior jtg selain sadapan II, III, juga oleh sadapan aVF.
Sadapan aVR dihasilkan dari perbedaan antara RA yg dibuat bermuatan (+) dengan LA dan LF dibuat indifferent.
SADAPAN PRE KORDIAL
Sadapan V1 ruang interkostal IV garis sternal kanan.
Sadapan V2 ruang interkostal IV garis sternal kiri.
Sadapan V3 pertengahan antara V2 dan V4
Sadapan V4 ruang interkostal V garis midklavikula kiri.
Sadapan V5 sejajar V4 garis aksila depan
Sadapan V6 sejajar denganV4 mid aksila kiri.
Selanjutnya untuk bagian posterior (V7- V9)
V7 ruang interkostal V garis aksila posterior kiri.
V8 ruang interkostal V garis skapula posterior kiri.
V9 ruang interkostal V samping kiri tulang belakang.
PENAMAAN GELOMBANG, INTERVAL, DAN SEGMEN PADA EKG
P wave depolarisasi atrium normalnya 0,12 detik. Defleksi Negatip di sadapan aVR dan sadapan V1 negatip jika adanya hipertropi
Kompleks QRS terjadi diantara dua ventrikel karena danya Depolarisasi. Lebarnya 0,06 – 0,12 detik.
Q Wave lebarnya 0,04 dalam kurang dari 45% atau 1/3 tinggi R.
R wave, semua positip kecuali di aVR kadang di V1 dan V2 kecil atai tidak ada tetapi hal ini masih normal.
S wave defleksi negatif setelah R,, secara normal berangsur hilang hal ini normal,pada sadapan V1 – V6. sering terlihat dalam di V1 dan aVR.
T wave merupakan repolarisasi dari ventrikel, T tingginya 5 mm dan 10 mm pada sadapan prekordial. Bisa positip, negatif atau bifasik.
U wave adalah refolarisasi dari serabut purkinje tinggi < 1,5 mm.
Interval PR diukur dari awal gelombang P hingga awal kompleks QRS. Normalnya 0,12 – 0,20 det.
Interval QT merupakan aktivitas total ventrikel depolarisasi sampai repolarisasi ventrikel , diukur dari komplek QRS hingga akhir T. Rata2 kurang dari 0,38 detik kadang tergantung dari frekwensi jantung.
Segmen ST adalah garis horizontal setelah akhir QRS , ST yang naik dinamakan elevasi ( suatu infark) dan yg turun dinamakan depresi (iskemik).
MENENTUKAN AKSIS.
Gunakan sadapan I dan aVF.
Sumbu jantung ditentukan dengan defleksi positip dan negatif kompleks QRS aksis normal antara – 30º sd +110º. I sebagai sumbu X dan aVF sebagai sumbu Y.
Beberapa pedoman tuk tentukan aksis
jika I dan aVF positp aksis normal.
jika I positip dan avf negatip dan lihat sadapan II positip aksis normal. Tetapi bila
negatip aksisnya ke kiri. Antara sudut – 30º sd – 90º .
Bila I negatif dan aVF positif maka aksis ke kanan pada sudut +110 sd +180
Bila hasil resultan sadapan I negatif dan aVF negatif maka deviasi aksis kanan atas.
Grafik yg tercatat melalui rekaman ini di sebut EKG dan ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung disebut elektrokardiografi.
Kertas EKG
kertas EKG merupakan kertas grafik yg terdiri dari garis horizontal dan vertikal dengan jarak 1mm dan setiap 5 mm pada kertas akan tebal. Garis horizontal >> waktu dimana 1 mm = 0,04 det. Garis vertikal >> voltase/amplitude dimana 1 mm= 0,1 milivolt dan 10 mm = 1 mv. Perekaman EKG dibuat dengan kecepatan 25 mm/det. Dan kali berasi biasanya dilakukan dengan 1 milivolt yg menghasilkan defleksi setinggi 10 mm.
SADAPAN EKG
SADAPAN UNIPOLAR
Sadapan 1 dihasilkan dari perbedaan potensial antara RA yg bermuatan negatif dan LA yg bermuatan positif. Sudut yd dihasilkan 0º menuju lateral. Sadapan II dihasilkan perbedaan potensial antara RA yg bermuatan negatif dan LF yg bermuatan positif. Sudut yg dihasilkan 60º menuju inferior / bawah. Sadapan III dihasilkan dari perbedaan potensial antara LA yg bermuatan negatif dan RF yang bermuatan positif. Sudut yg dihasilkan 120º menuju inferior/bawah.
SADAPAN UNIPOLAR EXTERMITAS
Sadapan aVL (augmented voltage Left Arm) dihasilkan dri muatan LA listrik (+) dengan RA dan LF yg dibuat indiferrent sehingga listrik bergerak ke arah ̶ 30º sehingga sudutnya kearah lateral kiri. Sadapan aVF dihasilkan perbedaan LF yg dibuat bermuatan (+) dengan RA dan FL dibuat indifferent sehingga listrik bergerak ke arah +90º tepat ke arah inferior. Dengan demikian bagian inferior jtg selain sadapan II, III, juga oleh sadapan aVF.
Sadapan aVR dihasilkan dari perbedaan antara RA yg dibuat bermuatan (+) dengan LA dan LF dibuat indifferent.
SADAPAN PRE KORDIAL
Sadapan V1 ruang interkostal IV garis sternal kanan.
Sadapan V2 ruang interkostal IV garis sternal kiri.
Sadapan V3 pertengahan antara V2 dan V4
Sadapan V4 ruang interkostal V garis midklavikula kiri.
Sadapan V5 sejajar V4 garis aksila depan
Sadapan V6 sejajar denganV4 mid aksila kiri.
Selanjutnya untuk bagian posterior (V7- V9)
V7 ruang interkostal V garis aksila posterior kiri.
V8 ruang interkostal V garis skapula posterior kiri.
V9 ruang interkostal V samping kiri tulang belakang.
PENAMAAN GELOMBANG, INTERVAL, DAN SEGMEN PADA EKG
P wave depolarisasi atrium normalnya 0,12 detik. Defleksi Negatip di sadapan aVR dan sadapan V1 negatip jika adanya hipertropi
Kompleks QRS terjadi diantara dua ventrikel karena danya Depolarisasi. Lebarnya 0,06 – 0,12 detik.
Q Wave lebarnya 0,04 dalam kurang dari 45% atau 1/3 tinggi R.
R wave, semua positip kecuali di aVR kadang di V1 dan V2 kecil atai tidak ada tetapi hal ini masih normal.
S wave defleksi negatif setelah R,, secara normal berangsur hilang hal ini normal,pada sadapan V1 – V6. sering terlihat dalam di V1 dan aVR.
T wave merupakan repolarisasi dari ventrikel, T tingginya 5 mm dan 10 mm pada sadapan prekordial. Bisa positip, negatif atau bifasik.
U wave adalah refolarisasi dari serabut purkinje tinggi < 1,5 mm.
Interval PR diukur dari awal gelombang P hingga awal kompleks QRS. Normalnya 0,12 – 0,20 det.
Interval QT merupakan aktivitas total ventrikel depolarisasi sampai repolarisasi ventrikel , diukur dari komplek QRS hingga akhir T. Rata2 kurang dari 0,38 detik kadang tergantung dari frekwensi jantung.
Segmen ST adalah garis horizontal setelah akhir QRS , ST yang naik dinamakan elevasi ( suatu infark) dan yg turun dinamakan depresi (iskemik).
MENENTUKAN AKSIS.
Gunakan sadapan I dan aVF.
Sumbu jantung ditentukan dengan defleksi positip dan negatif kompleks QRS aksis normal antara – 30º sd +110º. I sebagai sumbu X dan aVF sebagai sumbu Y.
Beberapa pedoman tuk tentukan aksis
jika I dan aVF positp aksis normal.
jika I positip dan avf negatip dan lihat sadapan II positip aksis normal. Tetapi bila
negatip aksisnya ke kiri. Antara sudut – 30º sd – 90º .
Bila I negatif dan aVF positif maka aksis ke kanan pada sudut +110 sd +180
Bila hasil resultan sadapan I negatif dan aVF negatif maka deviasi aksis kanan atas.
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Saturday, April 2, 2011
MELLY GOESLOW & EVAN - TENTANG DIA
Label:
VIDEO LAGU
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Thursday, March 31, 2011
JANTUNG
ANATOMI
Jantung merupakan organ muskular yang terletak di ruang diantara paru (mediastinum) di tengah rongga dada. Kira - kira duapertiga jantung terletak disebelah kiri garis tengah sternum.
jantung dilapisi oleh membran yang disebut perikardium.
Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu atrium kanan(serambi kanan),atrium kiri (serambi kiri), ventrikel kanan(bilik kanan) dan ventrikel kiri(bilik kiri). Atrium kanan berfungsisebagai penerima darah dengan kadar Oksigen yang rendah dari vena Cava superior dan inferior dan diteruskan ke ventikrl kanan melalui katup Trikuspid dan selanjutnya ke Arteri pulmonal.Darah yang kaya oksigen dialirkan melalui Vena pulmonal dan masuk ke atrium kiri, kemudian melewati katup mitral masuk ke ventikel kiri.kemudian dikompa keseluruh tubuh melalui aorta.
Fungsi Aktivitas Jantung
Aktivitas jantung terjadi pada tempat yang berbeda, memiliki tiga aktivitas secara fisiologis meliputi bagian - bagian.
*1 Secara Ritmisitas
Bagian awal yang memberikan aktivitas jantung secara ritmis yang menjadi pacemaker (pacu jantung) dan memberikn respon pada konduksi impuls jantung.
*2 Secara Konduktivitas
Konduktivitas listrik jantung menjalar pada area jantung dan memberikan pacemaker pada sel - sel jantung.
*3 Secara Kontraktilitas
Fungsi kontraktilitas otot jantung sebagai pompa merupakan bagian terpenting dari fungsi
jantung.
Label:
anatomi
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Tuesday, March 29, 2011
perkembangan otak manusia sampai umur 30 - 40 tahun.
Menurut penelitian, otak manusia ternyata terus berkembang sampai orang memasuki usia paruh baya. Padahal, selama ini, perkembangan otak manusia diyakini berhenti hingga masa kanak-kanak saja.
Bagian otak yang diketahui masih terus berkembang adalah prefrontal cortex, yang terletak tepat di belakang kening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian ini terus berkembang sampai seseorang memasuki usia antara 30 tahun dan 40 tahun.
Menurut para peneliti, prefrontal cortex adalah bagian otak yang memengaruhi sifat sifat sosial seseorang. Bagian ini juga berfungsi saat mengambil keputusan dan berinteraksi. "Bagian ini yang membuat kita menjadi 'manusia'," demikian para peneliti seperti dilansir The Telegraph.
Sarah-Jayne Blakemore dari University College London mengungkapkan bahwa penemuan ini memberi pandangan baru. Sejak 10 tahun yang lalu, kita meyakini kalau otak berhenti berkembang pada awal masa kanak-kanak.
Sarah menambahkan bahwa kini anggapan itu berubah. "Otak terus berubah hingga beberapa dekade kemudian," katanya saat mengungkapkan penelitian ini di simposium British Neuroscience Christmas di London, Inggris. Prefrontal cortex mengalami perkembangan yang paling lama, dimulai dari masa kecil sampai antara umur 30 dan 40 tahun.
Source: http://sains.kompas.com/read/2010/12/21/14360785/Otak.Manusia.Berkembang.sampai.40.Tahun
Bagian otak yang diketahui masih terus berkembang adalah prefrontal cortex, yang terletak tepat di belakang kening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian ini terus berkembang sampai seseorang memasuki usia antara 30 tahun dan 40 tahun.
Menurut para peneliti, prefrontal cortex adalah bagian otak yang memengaruhi sifat sifat sosial seseorang. Bagian ini juga berfungsi saat mengambil keputusan dan berinteraksi. "Bagian ini yang membuat kita menjadi 'manusia'," demikian para peneliti seperti dilansir The Telegraph.
Sarah-Jayne Blakemore dari University College London mengungkapkan bahwa penemuan ini memberi pandangan baru. Sejak 10 tahun yang lalu, kita meyakini kalau otak berhenti berkembang pada awal masa kanak-kanak.
Sarah menambahkan bahwa kini anggapan itu berubah. "Otak terus berubah hingga beberapa dekade kemudian," katanya saat mengungkapkan penelitian ini di simposium British Neuroscience Christmas di London, Inggris. Prefrontal cortex mengalami perkembangan yang paling lama, dimulai dari masa kecil sampai antara umur 30 dan 40 tahun.
Source: http://sains.kompas.com/read/2010/12/21/14360785/Otak.Manusia.Berkembang.sampai.40.Tahun
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Kata - kata bijak
Waktu menyembuhkan luka hati. – Anonim
Salah satu cara memecahkan masalah adalah jangan memulai dengan mempersoalkan bagaimana masalah itu terjadi, tetapi mulailah dengan bagaimana masalah tersebut dapat terselesaikan. – Anonim
Salah satu cara memecahkan masalah adalah jangan memulai dengan mempersoalkan bagaimana masalah itu terjadi, tetapi mulailah dengan bagaimana masalah tersebut dapat terselesaikan. – Anonim
Saya adalah seorang perawat yang bertugas pada rumah sakit pemerintah di Ruang perawatan intensif bekerja sebagai PNS, hobby saya mengarah pada seni,terutama musik. Alat musik yang saya gandrungi adalah Drum.
main gitar dan harmonika untuk konsumsi sendiri.
pernah membentuk Band Lokal bersama teman2.
Saya suka dunia perawat Dan dunia Seni.
Subscribe to:
Posts (Atom)

